Berita Fajar Timur
Advertisement
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner
No Result
View All Result
Berita Fajar Timur
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Pancasila Dalam Pandangan Akademisi, Dr. I Ketut Wirawan: Pancasila Sudah Final

beritafajar by beritafajar
1 Oktober 2020
in Nasional & Internasional
0
Pancasila Dalam Pandangan Akademisi, Dr. I Ketut Wirawan: Pancasila Sudah Final
0
SHARES
1
VIEWS
Share on Facebook

Beritafajartimur.com (Denpasar-BALI) Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tahun pada tanggal 1 Oktober. Dan tahun ini bangsa Indonesia menperingati Hari Kesaktian Pancasila pada hari Kamis tanggal 1 Oktober 2020.

Hari bersejarah ini menjadi momentum kedigdayaan Pancasila menghadapi injeksi ideologi atau paham lain khususnya paham komunisme melalui Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau lebih dikenal sebagai peristiwa G30S PKI.

Ketua Yayasan Dwijendra Dr. I Ketut Wirawan, SH, M.Hum. (KBRN)

Akademisi yang juga Ketua Yayasan Dwijendra, Dr. I Ketut Wirawan, SH, H.Hum., mengatakan, Pancasila bukan sebatas ideologi negara, melankan juga dasar filosofis.

“Membicarakan Pancasila itu ceritanya sudah final. Tidak boleh lagi sebenarnya kita mengutak-atik itu lagi. Yang dimaksud dengan Pancasila ini adalah Pancasila yang ada di dalam pembukan Undang-Undang Dasar 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945,” katanya kepada wartawan di Kantor Yayasan Dwijendra, Kamis (1/10/2020).

“Mengapa demikian? Inilah yang paling penting adalah pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 itu sama sekali tidak boleh diganti. Kalau itu diubah, itu sama dengan mengubah negara. Karena apa? Kalau seperti biasa, katakanlah pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 itu adalah proposal berdirinya Republik Indonesia. Kalau proposalnya sudah lain, kan berarti negara sudah lain,” sambungnya.

Wirawan menjabarkan, masyarakat Indonesia harus memaknai dan menyadari komitmen BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dalam merumuskan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Dasar 1945. Bahkan anggota BPUPKI disebut mampu mengenyampingkan kepentingan pribadi dan golongan.

“Katakanlah mereka mampu mengubah kalimat pokok yaitu Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya seperti yang tertuang dalam Piagam Jakarta. Saat itu kan Ketua Nahdlatul Ulama sama Ketua Muhammadiyah yang menghilangkan itu. Karena mereka sangat sadar, kemerdekaan Indonesia adalah yang terpenting, ketimbang menonjolkan ego sektoral,” ujarnya.

Soal Pancasila sebagai ideologi final, Wirawan menjabarkan, Pancasila adalah tataran filsafat. Menurutnya, filsafat adalah ilmu yang selalu berkembang, dan diikuti oleh argumentasi atau pemikiran berbeda sesuai zaman.

“Pancasila pun begitu. Memang sekarang menimbulkan pertanyaan, ya pertanyaan itu akan muncul terus. Itu pertanyaannya akan muncul sepanjang zaman. Namun jawaban atas pertanyaan itu tidak bisa dijadikan acuan untuk mengubah Pancasila sebagai ideologi yang bersifat final,” tegasnya.

Rektor Universitas Dwijendra, Dr. Ir. Gede Sedana. (KBRN)

Rektor Universitas Dwijendra, Dr. I Gede Sedana pada kesempatan yang sama mengatakan, Hari Kesaktian Pancasila adalah waktu bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali kepada Pancasila sebagai landasan ideal.

“Soal Pancasila dimulai dari Sila yang pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Siapapun sekarang ini di Indonesia termasuk generasi muda, kembalilah ingat kepada Tuhan-nya. Situasi pandemi COVID-19 ini sudah luar biasa merebaknya, sehingga kita kepada Tuhan. Dan karena kita orang yang beragama, kita perlu saling membantu, itu tertuang dalam Sila kedua yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Siapa yang memang mampu, termasuk diri sendiri, termasuk filosofi orang-orang Bali itu Tri Hita Karana, termasuk juga dengan filosofi yang juga sangat terkenal Tat Twam Asi,” ucapnya.

“Jadi kalau kita mau sehat, lingkungan sehat kita sehat juga. Kemudian mari kita bergotong royong untuk sama-sama mengatasi pandemi COVID-19 ini. Tidak hanya bergotong royong, kita terhindar dari COVID-19, tetapi bergotong royong untuk membangun, bersatulah disana. Ini sudah mencakup sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia,” lanjutnya.

Untuk sila keempat yaitu Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/ Perwakilan, Sedana berpandangan ini sebagai dasar bagi masyarakat untuk selalu membicarakan berbagai perbedaan pandangan.

“Apalagi sekarang kalau dikaitkan pandemi COVID-19, kemudian ada pilkada 2020. Kita bicarakan semua, dari berbagai dimensi, tidak dari satu dimensi. Sebab kalau dari satu dimensi itu dilihat, ini tidak akan selesai. Dan ujung-ujungnya adalah sila kelima yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Masyarakat. Kita akan selalu menuju kepada keadilan,” tukasnya.

Pemahaman Pancasila secara utuh kata Sedana bukan sebatas tugas generasi muda. Seluruh lapisan masyarakat disebut wajib memaknai Pancasila.

“Seluruh masyarakat, khususnya yang sudah tidak muda lagi harus melihat sejarah Bangsa Indonesia, kemudian introspeksi. Sedangkan generasi muda yang tidak terlibat dalam perjalanan sejarah itu, seperti ketika G30S/PKI, ya kita pelajari sejarahnya. Kita belajar, dengan mencari sumber-sumber yang benar. Disinilah peran pemerintah juga untuk memberikan informasi yang benar itu. Sehingga tidak ada lagi perdebatan-perdebatan. Tetapi itulah yang kita teruskan kepada generasi muda, sehingga didalam menghadapi modernisasi itu, mari kita bermodernisasi yang berlandaskan kepada Pancasila,” pungkasnya.(BFT/DPS/Dicky/Donny)

Previous Post

Bertepatan Hari Kesaktian Pancasila, Paket Amerta Melaksanakan Persembahyangan Bersama di Pura Pauman Sesetan

Next Post

Covid-19 di Kota Denpasar, Kasus Sembuh Bertambah 26 Orang, Kasus Positif Bertambah 34 Orang

beritafajar

beritafajar

Next Post
Covid-19 di Kota Denpasar, Kasus Sembuh Bertambah 26 Orang, Kasus Positif Bertambah 34 Orang

Covid-19 di Kota Denpasar, Kasus Sembuh Bertambah 26 Orang, Kasus Positif Bertambah 34 Orang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Polsek Lembor Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan, Terancam 9 Tahun Penjara

Polsek Lembor Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan, Terancam 9 Tahun Penjara

10 Juli 2026
Dua Turis China Tewas Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Korban Kedua Ditemukan di Kedalaman 23 Meter

Dua Turis China Tewas Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Korban Kedua Ditemukan di Kedalaman 23 Meter

15 Juli 2026
Deretan Kasus LS Yang Kini DPO Penganiayaan Bersama-sama

Deretan Kasus LS Yang Kini DPO Penganiayaan Bersama-sama

10 Mei 2026
Uang Turis Rp 85 Juta Diduga Digelapkan Agen Travel, Nama Labuan Bajo Kembali Tercoreng

Uang Turis Rp 85 Juta Diduga Digelapkan Agen Travel, Nama Labuan Bajo Kembali Tercoreng

10 Mei 2026

Cabo Basket Porprov Mulai Dipertandingkan

3

Pertandingan Basket Putra dan Putri Porprov ke XIII 2017 Gianyar Masuk Babak Semifinal

3

IKIP PGRI Bali Selenggarakan Testing Masuk Gelombang Kedua.

3
Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 17 Orang di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 18 Orang

Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 17 Orang di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 18 Orang

3
Rakor Pembangunan Wilayah Bali Sinkronkan Langkah Pusat dan Daerah, Infrastruktur dan Lingkungan Jadi Prioritas Pariwisata Berkelanjutan

Rakor Pembangunan Wilayah Bali Sinkronkan Langkah Pusat dan Daerah, Infrastruktur dan Lingkungan Jadi Prioritas Pariwisata Berkelanjutan

21 Juli 2026
Dari Pengasingan Menuju Gagasan Besar, “Di Bawah Pohon Sukun” Menggugah FSBJ VIII 2026

Dari Pengasingan Menuju Gagasan Besar, “Di Bawah Pohon Sukun” Menggugah FSBJ VIII 2026

21 Juli 2026
Koster Bangkitkan Spirit Sunda Kecil, Satukan Perbedaan Perkuat NKRI

Koster Bangkitkan Spirit Sunda Kecil, Satukan Perbedaan Perkuat NKRI

21 Juli 2026
LPA Deli Serdang Apresiasi Satresnarkoba Polresta Deli Serdang – Ungkap Kasus Narkoba Besar, Selamatkan 250 Ribu Jiwa

LPA Deli Serdang Apresiasi Satresnarkoba Polresta Deli Serdang – Ungkap Kasus Narkoba Besar, Selamatkan 250 Ribu Jiwa

20 Juli 2026

Recent News

Rakor Pembangunan Wilayah Bali Sinkronkan Langkah Pusat dan Daerah, Infrastruktur dan Lingkungan Jadi Prioritas Pariwisata Berkelanjutan

Rakor Pembangunan Wilayah Bali Sinkronkan Langkah Pusat dan Daerah, Infrastruktur dan Lingkungan Jadi Prioritas Pariwisata Berkelanjutan

21 Juli 2026
Dari Pengasingan Menuju Gagasan Besar, “Di Bawah Pohon Sukun” Menggugah FSBJ VIII 2026

Dari Pengasingan Menuju Gagasan Besar, “Di Bawah Pohon Sukun” Menggugah FSBJ VIII 2026

21 Juli 2026
Koster Bangkitkan Spirit Sunda Kecil, Satukan Perbedaan Perkuat NKRI

Koster Bangkitkan Spirit Sunda Kecil, Satukan Perbedaan Perkuat NKRI

21 Juli 2026
LPA Deli Serdang Apresiasi Satresnarkoba Polresta Deli Serdang – Ungkap Kasus Narkoba Besar, Selamatkan 250 Ribu Jiwa

LPA Deli Serdang Apresiasi Satresnarkoba Polresta Deli Serdang – Ungkap Kasus Narkoba Besar, Selamatkan 250 Ribu Jiwa

20 Juli 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Box Redaksi
Berita Fajar Timur

2025 @ Berita Fajar Timur

No Result
View All Result
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner

2025 @ Berita Fajar Timur