Beritafajartimur.com (Denpasar-Bali) Dampak UMP Bali Murah ke depan akan kedatangan Wisatawan nusantara Kelas Murah. Hal yang sudah terjadi lama, dimana wisatawan asing murah sudah banyak ke Bali dari kalangan masyarakat kelas bawah. Mereka di Bali berwisata makan nasi pinggir jalan, sewa motor murah, & belanja di warung lokal beli soft drink dll.
Logikanya UMP Asal mereka sudah Rp 5,9 Juta atau 2x lipat dari UMP Bali Rp 3,2 juta. Orang dari Jakarta, Karawang, Bekasi, dll sudah biasa hidup dengan biaya kota besar. Buat mereka liburan ke Bali jadi terjangkau karena UMP murah akan berdampak banyak ke harga sewa akomodasi wisata lokal & UMKM. Semakin hari masyarakat yang sudah ber-UMP tinggi akan berwisata ke Bali. Artinya biaya hidup & upah pekerja di Bali ditekan. Tapi anehnya harga barang/jasa di Bali sudah bertaraf “harga turis asing” duluan di kawasan elite, tapi murah meriah di pinggiran. Hasilnya Kelas wisatawan yang datang makin turun.
Yang ber-UMP 5,9jt milih nabung dulu agar bisa liburan ke Bali. Yang ke Bali akhirnya didominasi: backpacker, turis asing budget, dan kelas yang cari yang murah-murah.
Dampak ke Bali UMKM kejepit: Harga dinaikin takut sepi, diturunin rugi. Citra pariwisata Dari “Bali premium” jadi “Bali murah meriah. Pekerja lokal dengan Gaji kecil, tapi harus melayani standar turis yang maunya murah.
Jadi UMP rendah bukan cuma masalah buruh. Dia muter balik nembak sektor pariwisata juga. UMKM pun akan memaksa jual murah. (*)





