Berita Fajar Timur
Advertisement
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner
No Result
View All Result
Berita Fajar Timur
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

17 Indikator Larangan Yang Harus Diketahui Partai dan Calon Peserta Pilkada 2020

beritafajar by beritafajar
11 September 2020
in Nasional & Internasional
0
17 Indikator Larangan Yang Harus Diketahui Partai dan Calon Peserta Pilkada 2020
0
SHARES
0
VIEWS
Share on Facebook

Beritafajartimur.com (Jakarta)>S·eperti diketahui DP4 atau Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu tahun ini mencapai 456.256 anak. Data itu diperoleh dari Kemendagri yang di serahkan validasinya ke Komisi Pemilihan Umum. Bahwa anak yang masuk kategori pemilih adalah usia 17 tahun atau pernah atau sudah menikah.

Untuk itu hari ini (9/10) KPAI, KPPPA, KPU, BAWASLU bersepakat membuat surat edaran bersama tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Yang Ramah Anak 2020.

Dalam pembuka acara tersebut Susanto Ketua KPAI menghimbau calon kepala daerah agar dapat melaksanakan 17 indikator yang dirumuskan dalam Surat Edaran Bersama dalam rangka Pilkada Ramah Anak. Dengan kesepakatan bersama ini, Calon Kepala Daerah dituntut memiliki visi dan misi perlindungan anak di 270 daerah yang menyelenggarakan Pilkada.

Jasra Putra menyampaikan surat edaran bersama ini menekankan 17 indikator bentuk bentuk penyalahgunaan anak dalam politik. Sepanjang 2019 KPAI melakukan pengawasan terkait temuan pelibatan anak dalam kampanye. Yang menjadi catatan kelam kita semua, seperti pasca penetapan pemilu kita menjadi saksi 4 anak ditembak dan meninggal, yang sampai sekarang kita tidak bisa menemukan pelakunya. Belum lagi barisan 55 kasus yang masih menjadi catatan KPAI.

Temuan KPAI dalam penyalahgunaan anak dalam kegiatan politik di 2014 ada 248 kasus sedangkan 2019 ada 55 kasus. Meski turun, namun fakta lapangan 2019 jumlah kehadiran anak lebih massif karena kampanye terbuka dan panjang berbulan bulan pada 2019..

Untuk itu hasil pengawasan ini, di 2020 kami memasukkan point tambahan selain pengawasan yaitu upaya pencegahan pelibatan anak, penyalahgunaan anak dalam kegiatan politik. Bahkan dimasukkan penyelesaian kasus jika terjadi pelanggaran. Dengan 17 indikator tersebut.

Semua ini dilaksanakan dalam tegak lurus melaksanakan implementasi Undang Undang Perlindungan Anak Pasal 15 a yang menyatakan setiap anak berhak memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan kegiatan politik.

Jasra juga menyoroti tentang potensi besar kampanye yang akan lebih banyak melalui daring. Karena seperti diketahui dari survey KPAI 2019 tentang pengawasan penyelenggaraan pemilu yang melibatkan anak, berbagai kasus sangat memprihatinkan di 2019 tentang pelibatan anak seperti terpapar konten negatif, paparan ujaran kebencian antar kandidat antar calon serta pasca Pemilu. Ujaran kebencian itu menjadi kekerasan fisik yang marak terjadi, yang meninggalkan korban anak anak sampai sekarang, yang memerlukan rehabilitasi panjang.

Seperti diketahui data anak terpapar Covid marak dari kulster keluarga saat ini. Begitupun anak yang masih melakukan isolasi bersama keluarganya, anak korban meninggal dan anak terpapar masih menjadi anak anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Ini semua menjadi alert warning system kita. Bahwa kampanye akan berlangsung di zona bahaya penularan. Maka tim kampanye calon kepala daerah dan calon kepala daerah pilkada 2020 harus tidak ada tolerir tentang hal tersebut. Agar selama kampanye penyelenggara memastikan keluarga tetap utuh, jangan menjadi ajang setor nyawa.

Disamping itu negara terus menyelenggarakan pendidikan politik untuk anak anak yang belum masuk umur 17 tahun. Berbagai lembaga, forum anak, kementerian, KPU diajak melatih, mendidik dan pengetahuan Pemilu.

Berikut 17 indikator penyalahgunaan anak dalam politik yang harus diketahui partai dan calon peserta pemilu:

1. Melibatkan anak untuk ikut menerima uang saat menghadiri kampanye, menerima pembagian sembako maupun sedekah, dan sejumlah indikasi money politic lainnya;
2. Menyalahgunakan identitas anak yang sebenarnya belum berusia 17 (tujuh belas) tahun, namun diindentifikasi telah berusia 17 (tujuh belas) tahun, termasuk memalsukan status anak sebagai sudah menikah dalam daftar pemilih tetap (dpt);
3. Memanfaatkan fasilitas anak untuk kepentingan pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota, seperti tempat bermain, sekolah, madrasah, pesantren, dan lain-lain;
4. Memasang foto, video anak, atau alat peraga kampanye lainnya;
5. Menggunakan anak sebagai penganjur atau juru kampanye untuk memilih calon gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau wali kota dan wakil wali kota;
6. Menampilkan anak sebagai bintang utama dari iklan politik dalam media apapun;
7. Menampilkan anak di atas panggung kampanye calon gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau wali kota dan wakil wali kota dalam bentuk hiburan;
8. Menggunakan anak untuk memasang atribut-atribut calon gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau wali kota dan wakil wali kota;
9. Menggunakan anak untuk melakukan pembayaran kepada pemilih dewasa dalam praktik politik uang oleh tim kampanye calon gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau wali kota dan wakil wali kota;
10. Mempersenjatai anak atau memberikan benda tertentu yang membahayakan dirinya atau orang lain;
11. Memaksa, membujuk, atau merayu anak untuk melakukan hal-hal yang dilarang selama kampanye, pemungutan suara, atau penghitungan suara;
12. Membawa bayi atau anak yang belum memiliki hak pilih ke arena kampanye terbuka yang membahayakan anak;
13. Melakukan tindakan kekerasan/eksploitasi atau yang dapat ditafsirkan sebagai tindak kekerasan dalam kampanye, pemungutan suara, atau penghitungan suara, seperti kepala anak digunduli, tubuh disemprot air atau cat, dan/atau bentuk kekerasan/eksploitasi anak lainnya;
14. Melakukan pengucilan, penghinaan, intimidasi, dan/atau tindakan-tindakan diskriminatif kepada anak yang orang tua atau keluarganya berbeda atau diduga berbeda pilihan politiknya;
15. Memprovokasi anak untuk memusuhi atau membenci calon gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau wali kota dan wakil wali kota;
16. Menggunakan anak menjadi pemilih pengganti bagi orang dewasa yang tidak menggunakan hak pilihnya; dan/atau
17. Melibatkan anak dalam sengketa hasil penghitungan suara.**

Salam Senyum Anak Indonesia,
#SambutPilkadaRamahAnak

 

Previous Post

Junjung Konsep Menyama Braya, Paket Amerta Resmikan Rumah Pembaharuan

Next Post

Duet Nahak-Wangge Nakhodai HAMI, Advokat Rasman Arif, “Keduanya Dua Tunggal”

beritafajar

beritafajar

Next Post
Duet Nahak-Wangge Nakhodai HAMI, Advokat Rasman Arif, “Keduanya Dua Tunggal”

Duet Nahak-Wangge Nakhodai HAMI, Advokat Rasman Arif, “Keduanya Dua Tunggal”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Polsek Lembor Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan, Terancam 9 Tahun Penjara

Polsek Lembor Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan, Terancam 9 Tahun Penjara

10 Juli 2026
Dua Turis China Tewas Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Korban Kedua Ditemukan di Kedalaman 23 Meter

Dua Turis China Tewas Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Korban Kedua Ditemukan di Kedalaman 23 Meter

15 Juli 2026
Deretan Kasus LS Yang Kini DPO Penganiayaan Bersama-sama

Deretan Kasus LS Yang Kini DPO Penganiayaan Bersama-sama

10 Mei 2026
Uang Turis Rp 85 Juta Diduga Digelapkan Agen Travel, Nama Labuan Bajo Kembali Tercoreng

Uang Turis Rp 85 Juta Diduga Digelapkan Agen Travel, Nama Labuan Bajo Kembali Tercoreng

10 Mei 2026

Cabo Basket Porprov Mulai Dipertandingkan

3

Pertandingan Basket Putra dan Putri Porprov ke XIII 2017 Gianyar Masuk Babak Semifinal

3

IKIP PGRI Bali Selenggarakan Testing Masuk Gelombang Kedua.

3
Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 17 Orang di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 18 Orang

Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 17 Orang di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 18 Orang

3
Pulihkan Danau Buyan, Pangdam IX/Udayana Tegaskan Komitmen TNI Menjaga Kelestarian Alam Bali

Pulihkan Danau Buyan, Pangdam IX/Udayana Tegaskan Komitmen TNI Menjaga Kelestarian Alam Bali

28 Juli 2026
Lakukan Kick-off, Wagub Giri Prasta Buka Turnamen Mini Soccer Kerthi Bali IV

Lakukan Kick-off, Wagub Giri Prasta Buka Turnamen Mini Soccer Kerthi Bali IV

28 Juli 2026
Hadiri GPIPS 2026, Dewa Made Indra: Insentif Jadi Upaya Lindungi Lahan Pertanian Produktif

Hadiri GPIPS 2026, Dewa Made Indra: Insentif Jadi Upaya Lindungi Lahan Pertanian Produktif

28 Juli 2026
Ketua TP Posyandu Bali Buka Bimtek Angkatan IX, Tegaskan Posyandu Jadi Pilar Pembangunan Masyarakat

Ketua TP Posyandu Bali Buka Bimtek Angkatan IX, Tegaskan Posyandu Jadi Pilar Pembangunan Masyarakat

28 Juli 2026

Recent News

Pulihkan Danau Buyan, Pangdam IX/Udayana Tegaskan Komitmen TNI Menjaga Kelestarian Alam Bali

Pulihkan Danau Buyan, Pangdam IX/Udayana Tegaskan Komitmen TNI Menjaga Kelestarian Alam Bali

28 Juli 2026
Lakukan Kick-off, Wagub Giri Prasta Buka Turnamen Mini Soccer Kerthi Bali IV

Lakukan Kick-off, Wagub Giri Prasta Buka Turnamen Mini Soccer Kerthi Bali IV

28 Juli 2026
Hadiri GPIPS 2026, Dewa Made Indra: Insentif Jadi Upaya Lindungi Lahan Pertanian Produktif

Hadiri GPIPS 2026, Dewa Made Indra: Insentif Jadi Upaya Lindungi Lahan Pertanian Produktif

28 Juli 2026
Ketua TP Posyandu Bali Buka Bimtek Angkatan IX, Tegaskan Posyandu Jadi Pilar Pembangunan Masyarakat

Ketua TP Posyandu Bali Buka Bimtek Angkatan IX, Tegaskan Posyandu Jadi Pilar Pembangunan Masyarakat

28 Juli 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Box Redaksi
Berita Fajar Timur

2025 @ Berita Fajar Timur

No Result
View All Result
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner

2025 @ Berita Fajar Timur