Beritafajartimur.com (DENPASAR) Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, I Made Sada, menyambut positif masuknya nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam bursa calon wakil presiden (Cawapres) menuju Pemilu 2029.
Made Sada menilai, AHY memiliki modal politik yang cukup kuat, terutama dari sisi popularitas, citra, serta pengalaman di pemerintahan.
Bahkan, Demokrat Bali memaknai positif hasil survei yang menunjukkan dukungan terhadap AHY cukup tinggi di Bali.
Hal tersebut dikatakan Made Sada menjawab media ini di sela-sela acara donor darah di kantor sekretariat DPD Partai Demokrat, Jl. H. Juanda, Kompleks Civic Centre, Renon, Kota Denpasar pagi tadi, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, masyarakat saat ini juga sudah mengetahui rekam jejak kepemimpinan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama 10 tahun. Rekam jejak tersebut dinilai ikut memberikan dampak positif terhadap Partai Demokrat dan popularitas AHY.
“Usaha masyarakat jalan, jualan laku keras, dan selalu berhasil dengan baik. Situasi ekonomi serta kepercayaan dari luar negeri sangat bagus. Pencapaian Pak SBY tersebut berdampak positif pada Partai Demokrat. Sekarang popularitas Mas AHY juga sangat baik. Cara beliau berbicara sangat bagus,” kata Made Sada di depan sejumlah awak media.
Selain popularitas, Made Sada menyoroti pengalaman AHY di pemerintahan. Ia menyebut kinerja AHY ketika dipercaya menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dinilai sangat sukses.
Bahkan, saat ini, AHY menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dalam Kabinet Merah Putih dibawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Made Sada menilai AHY merupakan sosok yang cekatan dalam mengambil tindakan. Kondisi tersebut membuat Demokrat Bali optimistis AHY memiliki peluang besar dalam kontestasi politik nasional pada Pemilu 2029.
Meski demikian, Made Sada mengingatkan bahwa hasil survei bukan menjadi satu-satunya ukuran untuk menentukan keterpilihan seorang tokoh.
“Mengenai hasil survei yang menempatkan Mas AHY di posisi lima besar, itu tergantung siapa yang mengadakan survei dan siapa yang memiliki tim survei tersebut,” kata Made Sada.
Menurut Made Sada, kualitas dan kredibilitas survei perlu menjadi perhatian. Sebab, angka survei dapat berubah dan belum tentu menggambarkan hasil akhir pemilu.
“Angka survei belum tentu menjadi ukuran pasti keterpilihan seseorang. Namun yang pasti, kami yakin Mas AHY memiliki nama dan citra yang sangat baik saat ini,” terangnya.
Made Sada juga menambahkan, Demokrat Bali akan terus membangun kedekatan dengan masyarakat sebagai bagian dari persiapan menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.
Made Sada menilai kiprah tokoh partai di tengah masyarakat menjadi faktor penting selain persoalan biaya politik. Kehadiran dan kerja nyata di tengah masyarakat diharapkan dapat membangun simpati dan kepercayaan ketika tokoh-tokoh Demokrat maju dalam kontestasi politik.
Optimisme tersebut juga muncul ditengah wacana pemisahan pemilu nasional dan pemilu daerah. Dengan adanya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemisahan tersebut, Pemilu 2029 menjadi momentum pemilu nasional, sedangkan pilkada berpotensi berlangsung pada 2031.
Made Sada menegaskan Demokrat Bali tidak boleh takut menghadapi dinamika politik, termasuk di tengah kuatnya dominasi PDI Perjuangan di Bali.
“Contohnya saya sendiri. Ditengah kuatnya dominasi salah satu partai, kita tetap bisa berkiprah dan akhirnya terpilih,” kata Made Sada.(BFT/DPS/RED/Ace/don)





