BERITAFAJARTIMUR.COM (LABUAN BAJO) Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores menyisakan duka dan kesulitan bagi warga terdampak. Di tengah kebutuhan mendesak masyarakat pascagempa, Yayasan BRI Kasih bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Desa Bangka Lewat dan Desa Lawi, Kecamatan Matan Kuwus pada 22 Agustus lalu.
Bantuan berupa makanan siap saji, beras, minyak goreng, air minum kemasan, obat-obatan esensial, hingga vitamin disalurkan untuk membantu warga yang terdampak, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan dan harus bertahan dalam situasi sulit pascagempa.
Kehadiran Yayasan BRI Kasih yang diwakili pekerja BRI Kantor Cabang Labuan Bajo di lokasi terdampak menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus panggilan kemanusiaan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana alam.
Menurut Pak Sidik Pemimpin BRI kantor cabang Labuan Bajo, Penyaluran bantuan difokuskan kepada warga yang terdampak langsung, khususnya masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan serta warga yang harus mengungsi akibat guncangan gempa.
Dalam aksi tanggap darurat tersebut, tim dan relawan bahu-membahu menyalurkan bantuan ke titik-titik masyarakat terdamppak. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bantuan dapat diterima secara cepat dan tepat sasaran oleh warga yang paling membutuhkan.
Penuhi Kebutuhan Mendesak Warga
Bencana gempa bumi tidak hanya menimbulkan dampak terhadap kondisi tempat tinggal masyarakat, tetapi juga memengaruhi pemenuhan kebutuhan sehari-hari warga. Karena itu, bantuan yang disalurkan Yayasan BRI Kasih difokuskan pada kebutuhan esensial selama masa tanggap darurat.
Makanan siap saji dan bahan pangan pokok seperti beras serta minyak goreng menjadi bagian dari bantuan yang disalurkan. Selain itu, warga juga menerima air minum kemasan, obat-obatan esensial, dan vitamin untuk membantu menjaga kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi pascabencana.
Tim di lapangan turut memastikan proses distribusi bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama warga yang mengalami dampak paling berat akibat gempa.
Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari komitmen Yayasan BRI Kasih untuk hadir di tengah masyarakat ketika bencana terjadi. Di tengah kondisi darurat, kecepatan penyaluran bantuan menjadi penting agar kebutuhan dasar warga dapat segera terpenuhi.
Bagi masyarakat terdampak bencana, bantuan kemanusiaan tidak hanya memberikan dukungan dalam bentuk kebutuhan logistik. Kehadiran berbagai pihak di tengah masa sulit juga menjadi penguat moral bagi warga untuk tetap bertahan dan bangkit.
Melalui aksi kemanusiaan ini, Yayasan BRI Kasih menunjukkan kepedulian dan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya saat menghadapi situasi darurat akibat bencana alam.
Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban warga di Desa Bangka Lewat dan Desa Lawi selama proses pemulihan pascagempa berlangsung.
Pemulihan wilayah terdampak tentu membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Semangat gotong royong diharapkan terus terjaga agar masyarakat dapat segera bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.
Yayasan BRI Kasih juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendoakan keselamatan para korban serta memberikan dukungan bagi proses pemulihan di wilayah terdampak.
Dengan kepedulian dan solidaritas bersama, masyarakat yang terdampak gempa di Kecamatan Ndoso diharapkan dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas secara normal.(BFT/LBJ/RED/Yoflan)





