Demokrat Bali Dorong Desa Jadi Garda Terdepan Atasi Persoalan Sampah

BERITAFAJARTIMUR.COM (DENPASAR) Partai Demokrat mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis desa sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, I Made Mudarta, saat menghadiri rangkaian kegiatan Demokrat di Kota Denpasar, Minggu (23/8). Kegiatan yang mengusung semangat Gerakan Langit Biru Indonesia Asri tersebut dirangkaikan dengan lomba kerakyatan dalam menyambut HUT ke-25 Partai Demokrat dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Mudarta mengatakan menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan membersihkan sampah. Menurutnya, upaya tersebut harus dibarengi dengan menjaga ekosistem alam, mencegah penggundulan lahan dan memperbanyak penanaman pohon.

“Semangat kita adalah mencintai dan menjaga kebersihan, mencintai bumi, merawat bumi. Tidak membiarkan tanah itu gundul, tidak menebang pohon, tetapi menanam pohon,” ujar Mudarta.

Ia menegaskan, pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah dengan memilah sampah organik dan anorganik. Selanjutnya, desa perlu diperkuat dengan dukungan anggaran dan teknologi pengolahan sampah.

“Kalau anggaran ditambah, desa bisa mengolah sampah. Kalau sampah selesai di desa, tidak ada sampah lagi bergerak dari satu desa ke desa yang lain, sehingga ekonomi juga bergerak di desa,” katanya.

Menurut Mudarta, pengelolaan sampah berbasis desa juga penting untuk mencegah sampah terbawa aliran sungai hingga ke laut. Terlebih Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata dunia yang sangat bergantung pada kebersihan lingkungan.

“Sampah itu tidak selalu ada di laut. Sumbernya dari penduduk yang membuat sampah di halaman rumah, kemudian diangkut sungai dan terbawa ke laut,” jelasnya.

Karena itu, ia mendorong penguatan teknologi pengolahan sampah di desa. Pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah, menurutnya, merupakan langkah positif yang perlu diikuti dengan sistem pengelolaan sampah dari sumbernya.

Selain persoalan sampah, Mudarta menyoroti pentingnya menjaga sungai dan melakukan normalisasi untuk mengurangi risiko banjir. Tukad Badung menjadi salah satu sungai yang disebut perlu mendapat perhatian dalam menjaga fungsi lingkungan.

“Ciptaan Tuhan itu harus dikembalikan keadaannya. Tuhan jauh lebih hebat dengan kita dan alam semesta,” ujarnya.

Mudarta menambahkan, gerakan menjaga lingkungan merupakan bagian dari komitmen Demokrat untuk hadir melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Tidak hanya penghijauan dan kebersihan, tetapi juga kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Ia berharap pengelolaan sumber daya alam Indonesia dapat diarahkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kita punya emas, nikel, batu bara, karet dan sawit. Kekayaan itu harus bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Melalui gerakan tersebut, Demokrat Bali ingin mengajak masyarakat membangun kepedulian lingkungan secara berkelanjutan, mulai dari rumah, desa hingga kawasan pesisir.

“Ini akan menjadi gerakan Demokrat untuk menjaga kebersihan dan mencintai alam, agar langit tetap biru dan samudera tetap biru serta indah,” pungkas Mudarta.(Donny Parera)

Pos terkait