Kuta, Beritafajartimur.com
Mengaku tidak pandai bicara. Inilah keseharian Dra. Luh Gede Sri Mediastuti, baik sebagai ibu rumah tangga maupun politisi partai Golkar.
Dibalik itu, berbuat dan bekerja nyata adalah prinsip yang dipegang kuat-kuat oleh bu Luhde (sapaan akrabnya dikalangan keluarga/kerabat dan sahabat-sahabatnya). Dengan berbuat, niscaya banyak orang yang dapat terbantu ketimbang hanya omong doang dan berteori tanpa menyelesaikan persolan yang dihadapi masyarakat.
“Kebetulan, saya kurang pandai berbicara. Tapi saya berbuat untuk masyarakat yang mempercayakan diri saya menjadi wakilnya di DPR. Tentunya, bagi saya kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dipertanggung jawabkan. Jika saya hanya duduk-duduk dan mengumbar omongan dan janji-janji palsu tanpa ditepati, tentunya hal ini menjadi bumerang bagi karir politik saya. Orang yang banyak bicara pada umumnya suka berteori tapi prakteknya nol,”ungkapnya sembari menekankan bahwa dengan turun langsung kebawah, dirinya tahu secara saksama berbagai problem masyarakat yang diwakilinya. “Dengan begitu saya mudah untuk menginventarisir problem yang dihadapi masyarakat dan menyampaikan hal tersebut ke pemerintah Kabupaten Badung,”ungkapnya.
Dari sekian aktifitas keseharian Luhde Sri Mediastuti, khususnya sebagai wakil rakyat periode 2014-2019 sudah banyak hal yang dikerjakan olehnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kuta. Mulai dari pengucuran dana bantuan sosial (Bansos) sejumlah Rp. 2,7miliar untuk pembangunan Pura Pasek Gelgel Banjar Anyar Kuta yang sudah dikucurkan pada bulan Juli 2018.
Menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019-2024 Luhde Sri Mediastuti maju kembali lewat Partai Golkar. Berada di nomor urut 1 Dapil Kecamatan Kuta diharapkannya masyarakat kembali mempercayakan dirinya untuk mewakili mereka di DPRD Kabupaten Badung.
Untuk itu Luhde berharap akan lebih banyak lagi berbuat sesuatu untuk Kabupaten Badung khususnya wilayah Kecamatan Kuta yang terkenal seantero jagad sebagai daerah tujuan wisata (DTW).
“Jika masyarakat Kuta masih percaya sama saya, maka sebagai DTW akan saya perjuangkan kepada pemerintah untuk terus membenahi dan melakukan penataan terhadap pantai Jerman agar lebih elok dan menyamai kondisi di pantai Kuta dan Legian. Sekarang ini memang sedang ditata namun belum maksimal,”ucapnya. Penataan meliputi pula pembangunan stage (panggung) pagelaran seni budaya dan penataan kios-kios tertata lebih apik.
Dirikan Patung Baruna
Rencana berikutnya, terkait dengan penataan pantai Jerman nantinya setelah ditata diusulkan dibangun Patung Baruna sebagai ikon pariwisata di wilayah ini.
“Kalau di Bukit ada Patung Garuda Wisnu Kencana, begitu pun di Pantai Pandawa ada Patung Pandawa Lima, kiranya di Pantai Jerman juga dibangun Patung Baruna,”harap Luhde Sri Mediastuti pula.
Ia beralasan, dengan dibuatkan Patung Baruna, nantinya akan lebih banyak lagi turis–turis lokal dan mancanegara yang mengunjungi Pantai Jerman untuk sekedar berselfieria sendirian, bersama keluarga atau berombongan/berkelompok. “Adanya Patung Baruna akan menaikkan kunjungan wisatawan ke Pantai Jerman. Harapan saya, Pemerintah Kabupaten Badung bisa merealisasikan pembangunan Patung Baruna karena ini karena merupakan keinginan masyarakat setempat,”imbuhnya.
Ia yakin, dalam wacana pembangunan Patung Baruna pasti akan muncul pro dan kontra ditengah masyarakat. Namun hal tersebut jika ditilik dari beberapa pembangunan sebelumnya yang juga muncul pro kontra, jika itu baik untuk kepentingan masyarakat kedepan maka pemerintah sebagai leading sector-lah yang berkompeten bisa mengambil keputusan. “Pro-kontra dalam pembangunan untuk kepentingan umum kerap terjadi di masyarakat kita.Namun, jika pemerintah sebagai leading sector telah mengkajinya ya mestinya patut didukung oleh semua pihak. Apa yang diperbuat pemerintah kan untuk kepentingan masyarakat juga. Tugas pemerintah untuk menaikkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara ya dalam bentuk pembangunan yang bisa mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat baik secara langsung maupun tidak,”pungkasnya.
//don










