Berita Fajar Timur
Advertisement
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner
No Result
View All Result
Berita Fajar Timur
No Result
View All Result
Home Featured

Mitos Pisah Alat Makan: Mengapa Cara Kita Memandang Penularan TBC Selama ini Salah Besar?

beritafajar by beritafajar
27 Mei 2026
in Featured
0
Mitos Pisah Alat Makan: Mengapa Cara Kita Memandang Penularan TBC Selama ini Salah Besar?
0
SHARES
1
VIEWS
Share on Facebook

Oleh dr. Maria Suryani Magung

Diagnosis TBC (tuberkulosis) pada salah satu anggota keluarga sering kali langsung mengubah kebiasaan di rumah, terutama saat makan bersama. Piring, gelas, dan sendok pasien dipisahkan karena takut tertular. Bahkan, tidak jarang pasien akhirnya makan sendiri.

Namun, apakah memisahkan alat makan penderita TBC benar-benar efektif mencegah penularan? Ataukah selama ini masyarakat terlalu fokus pada alat makan, padahal penularan TBC justru lebih sering terjadi melalui udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara di dalam ruangan tertutup?

Bakteri TBC Tidak Menular Lewat Piring, tetapi Melayang di Udara

Masih banyak masyarakat yang percaya bahwa TBC dapat menular melalui alat makan, sisa makanan, atau berjabat tangan. Padahal, anggapan tersebut merupakan salah satu miskonsepsi terbesar yang masih mengakar di tengah masyarakat.
Secara medis, TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang saluran pernapasan.

Penularannya tidak terjadi melalui sentuhan kulit, berbagi piring atau gelas, maupun benda-benda yang digunakan bersama. TBC adalah penyakit yang menyebar melalui udara (airborne disease).

Saat penderita TBC paru aktif batuk, bersin, berbicara, bahkan tertawa, mereka mengeluarkan percikan dahak berukuran sangat kecil yang mengandung bakteri TBC. Percikan halus ini disebut droplet nuclei. Karena ukurannya sangat kecil, partikel tersebut dapat melayang di udara dalam waktu cukup lama, terutama di ruangan tertutup dengan ventilasi buruk.

Seseorang dapat tertular ketika menghirup udara yang telah terkontaminasi bakteri tersebut. Karena itu, risiko penularan jauh lebih besar terjadi pada kontak erat di ruang sempit dengan sirkulasi udara yang minim, bukan karena berbagi alat makan.

Memisahkan Alat Makan: Perlindungan Semu yang Menyakiti Pasien

Memisahkan alat makan secara berlebihan sebenarnya merupakan bentuk “perlindungan semu”. Mengapa demikian? Karena keluarga sering kali sibuk memisahkan sendok dan piring pasien, tetapi tetap berbincang dalam ruangan tertutup tanpa ventilasi baik dan tanpa menggunakan masker. Padahal, di situlah penularan paling mungkin terjadi.

Selain tidak tepat sasaran, kebiasaan ini juga dapat berdampak buruk pada kondisi psikologis pasien. Penderita TBC bukan hanya harus berjuang melawan penyakit dan menjalani pengobatan jangka panjang selama minimal enam bulan, tetapi juga kerap menghadapi stigma dan perlakuan diskriminatif di rumahnya sendiri.

Tanpa disadari, perlakuan seperti memisahkan alat makan secara ekstrem dapat membuat pasien merasa dijauhi, dikucilkan, bahkan dianggap sebagai ancaman bagi keluarga.

Jendela Terbuka Lebih Penting daripada Rak Piring Terpisah

Jika memisahkan alat makan bukan langkah utama mencegah penularan TBC, lalu apa yang seharusnya dilakukan?

Jawabannya terletak pada kualitas sirkulasi udara di dalam rumah. Langkah paling penting adalah memastikan rumah memiliki ventilasi yang baik. Membuka jendela setiap pagi memungkinkan udara segar masuk dan sinar matahari menerangi ruangan. Hal ini penting karena bakteri TBC tidak tahan terhadap paparan sinar matahari dan sirkulasi udara yang baik.

Sebaliknya, rumah yang tertutup, lembap, dan minim cahaya justru menjadi lingkungan yang mempermudah penyebaran bakteri di udara.

Selain itu, pasien TBC perlu menerapkan etika batuk yang benar, seperti menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lengan bagian dalam saat batuk maupun bersin. Pada awal masa pengobatan, terutama beberapa minggu pertama, penggunaan masker saat berinteraksi dengan anggota keluarga juga sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko penularan.

Kamar pasien sebaiknya memiliki pencahayaan yang cukup dan sirkulasi udara yang baik. Ruangan yang terkena sinar matahari langsung dan tidak pengap dapat membantu mengurangi keberadaan bakteri di udara.

Karena itu, perhatian utama dalam pencegahan penularan TBC seharusnya difokuskan pada kualitas udara di rumah, bukan sekadar memisahkan alat makan.
Sudah saatnya masyarakat meninggalkan kebiasaan lama yang tidak sepenuhnya sesuai dengan pengetahuan medis. TBC tidak menular melalui piring, gelas, atau sendok, melainkan melalui udara yang tercemar percikan dahak penderita.

Dengan memahami hal ini, keluarga tidak hanya dapat melindungi diri dengan cara yang lebih tepat, tetapi juga membantu pasien menjalani proses pengobatan tanpa merasa dijauhi atau dikucilkan di rumahnya sendiri.**

Previous Post

AMPP Berunjuk Rasa di Mabes Polri, Tolak Banding dan Tuntut Proses Pidana Dedi Kurniawan

Next Post

Selain Jual Miras Palsu THM Phantom Ternyata Juga Tak Punya Ijin NPPBKC

beritafajar

beritafajar

Next Post
Selain Jual Miras Palsu THM Phantom Ternyata Juga Tak Punya Ijin NPPBKC

Selain Jual Miras Palsu THM Phantom Ternyata Juga Tak Punya Ijin NPPBKC

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Polsek Lembor Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan, Terancam 9 Tahun Penjara

Polsek Lembor Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan, Terancam 9 Tahun Penjara

10 Juli 2026
Dua Turis China Tewas Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Korban Kedua Ditemukan di Kedalaman 23 Meter

Dua Turis China Tewas Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Korban Kedua Ditemukan di Kedalaman 23 Meter

15 Juli 2026
Deretan Kasus LS Yang Kini DPO Penganiayaan Bersama-sama

Deretan Kasus LS Yang Kini DPO Penganiayaan Bersama-sama

10 Mei 2026
Uang Turis Rp 85 Juta Diduga Digelapkan Agen Travel, Nama Labuan Bajo Kembali Tercoreng

Uang Turis Rp 85 Juta Diduga Digelapkan Agen Travel, Nama Labuan Bajo Kembali Tercoreng

10 Mei 2026

Cabo Basket Porprov Mulai Dipertandingkan

3

Pertandingan Basket Putra dan Putri Porprov ke XIII 2017 Gianyar Masuk Babak Semifinal

3

IKIP PGRI Bali Selenggarakan Testing Masuk Gelombang Kedua.

3
Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 17 Orang di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 18 Orang

Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 17 Orang di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 18 Orang

3
NADI JKN, Solusi Menjaga Keaktifan Peserta JKN

NADI JKN, Solusi Menjaga Keaktifan Peserta JKN

5 Agustus 2026
Bertemu Pramono Anung, Gubernur Koster Jajaki Penerbitan Obligasi Daerah

Bertemu Pramono Anung, Gubernur Koster Jajaki Penerbitan Obligasi Daerah

5 Agustus 2026
Penunjukan Plh Sekda Kota Medan Disorot, Adi Warman Lubis Pertanyakan Komitmen terhadap Sistem Merit

Penunjukan Plh Sekda Kota Medan Disorot, Adi Warman Lubis Pertanyakan Komitmen terhadap Sistem Merit

5 Agustus 2026
Sinergitas Ojol Sumut Ciptakan Ruang Publik yang Aman dan Kondusif

Sinergitas Ojol Sumut Ciptakan Ruang Publik yang Aman dan Kondusif

4 Agustus 2026

Recent News

NADI JKN, Solusi Menjaga Keaktifan Peserta JKN

NADI JKN, Solusi Menjaga Keaktifan Peserta JKN

5 Agustus 2026
Bertemu Pramono Anung, Gubernur Koster Jajaki Penerbitan Obligasi Daerah

Bertemu Pramono Anung, Gubernur Koster Jajaki Penerbitan Obligasi Daerah

5 Agustus 2026
Penunjukan Plh Sekda Kota Medan Disorot, Adi Warman Lubis Pertanyakan Komitmen terhadap Sistem Merit

Penunjukan Plh Sekda Kota Medan Disorot, Adi Warman Lubis Pertanyakan Komitmen terhadap Sistem Merit

5 Agustus 2026
Sinergitas Ojol Sumut Ciptakan Ruang Publik yang Aman dan Kondusif

Sinergitas Ojol Sumut Ciptakan Ruang Publik yang Aman dan Kondusif

4 Agustus 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Box Redaksi
Berita Fajar Timur

2025 @ Berita Fajar Timur

No Result
View All Result
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner

2025 @ Berita Fajar Timur