Beritafajartimur.com (Denpasar)
Gede Ngurah Ambara Putra dikenal sebagai salah satu pengusaha yang sukses di Denpasar. Ketekunan dan keuletan dalam dirinya diwarisi sang ayah Made Dhama (alm) seorang tokoh pejuang dan tokoh pendidik yang mendirikan Sekolah TP 45. Selain sebagai pengusaha, Gede Ngurah Ambara kini melanjutkan karya ayahnya sebagai ketua Yayasan Perguruan TP 45 yang membawahi sekolah-sekolah yang bernaung dibawah Yayasan tersebut.
Sementara Sosok Gede Ngurah Ambara Putra sendiri, memiliki kepribadian santun dan bijak dalam mengambil keputusan.
Terjun dalam dunia politik berawal pada saat Pemilihan Legislatif (Pileg) bulan April 2019 silam, ia mencalonkan diri menjadi anggota DPD RI, meskipun hanya meraih suara 5 besar.
Kini, Ngurah Ambara kembali terpanggil untuk kembali bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Denpasar yang akan dilaksanakan tanggal 9 Desember 2020 mendatang.
Mengusung Paket AMERTA (Ambara-Kertanegara), Ngurah Ambara Putra maju sebagai Calon Wali (Cawali) Kota bersama pasangan calon Wakil Wali Kota Denpasar Made Bagus Kertanegara yang diusung oleh Partai Koalisi yang tergabung di dalam Partai Golkar, Demokrat, NasDem, Hanura dan PSI.
Bagi Ngurah Ambara sendiri bisa maju di Pilkada 2020 dalam pemilihan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Denpasar merupakan sebuah tantangan besar.
“Karena siapapun pemimpin Kota Denpasar yang terpilih nantinya harus benar-benar bisa melayani masyarakat, dan bisa memberikan perubahan kearah Kota Denpasar yang lebih baik,” terangnya, Kamis (27/8).
Dikatakan, ketika diberikan kesempatan untuk kembali bertarung, maka itu adalah sebuah modal untuk kembali bisa mendekatkan diri ditengah-tengah masyarakat.
“Soal kalah-menang sudah biasa terjadi di dalam pertarungan. Namun mendekatkan diri dan terjun langsung melayani masyararakat itu yang penting. Masyarakat kan perlu tau apa visi dan misi saya dalam pemilihan walikota kali ini. Dan apa pula program saya dalam memajukan Kota Denpasar kedepan. Karena itu saya kembali memperkenalkan diri dengan turun dan bertatap muka langsung dengan masyarakat,” ucapnya.
Dijelaskan, dalam pertarungan ini tentu konsep Menyama Braya yang menjadi prioritas utama. Karena dengan konsep ini masyarakat akan bisa langsung bersentuhan dan bertatap muka dengan calon pemimpinnya.
“Memang kalau konsep Menyama Braya ditekankan di era modern sekarang ini, tanpa didasari dengan keikhlasan tentu sulit. Apalagi menjadi seorang pemimpin akan sepenuhnya diuji. Pemimpin itu ikhlas atau tidaknya, masyarakatlah yang bisa menilai,” jelasnya.
Mengenai program-program yang akan dijalankan untuk memajukan Kota Denpasar bila dipercaya dan dipilih menjadi Wali Kota Denpasar,” Pertama, tetap akan melanjutkan program yang sudah berjalan. Kedua, bersama masyarakat akan pelan-pelan melakukan perubahan kearah yang lebih baik tentunya melalui program yang bisa dinikmati hasilnya bagi masyarakat. Salah satu contoh program digitalisasi semua aspek yang menyentuh kepentingan masyarakat, selain meminimalisir kebocoran tentunya sesuai dengan adaptasi kebiasaan baru terutama tentang protokol kesehatan,” ujarnya. (SUS/Don/Ray)












