Berita Fajar Timur
Advertisement
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner
No Result
View All Result
Berita Fajar Timur
No Result
View All Result
Home Ekonomi, Keuangan, Bisnis & Perdagangan

Pertumbuhan tanpa Kesejahteraan: Apakah Mungkin?

beritafajar by beritafajar
18 Januari 2026
in Ekonomi, Keuangan, Bisnis & Perdagangan
0
Pertumbuhan tanpa Kesejahteraan: Apakah Mungkin?
0
SHARES
1
VIEWS
Share on Facebook

Oleh: Anthony Budiawan – Managing Director (Political Economy and Policy Studies)

17 Januari 2026

Pandemi COVID-19 membuat ekonomi Indonesia terkontraksi 2,07 persen pada 2020. Setelah itu, perekonomian diklaim bangkit, dengan pertumbuhan rata-rata 4,77 persen pada periode 2021–2024, bahkan di atas 5 persen pada 2022–2024.

Angka tersebut dicitrakan sebagai keberhasilan pemulihan ekonomi nasional. Namun, di balik pernyataan optimistis itu, data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) justru menunjukkan paradoks serius: pertumbuhan ekonomi diikuti dengan penurunan kelas menengah dan penambahan jumlah penduduk rentan miskin.

Dalam teori maupun pengalaman empiris, pertumbuhan ekonomi yang sehat seharusnya diikuti dengan peningkatan kesejahteraan. Antara lain, kelas menengah bertambah, sementara jumlah masyarakat rentan miskin berkurang. Terlebih lagi, pada periode 2021–2022, penerimaan negara melonjak signifikan berkat kenaikan harga komoditas ekspor andalan Indonesia.

Tetapi, yang terjadi justru sebaliknya.

Data BPS menunjukkan, selama periode 2019–2024, jumlah penduduk kelas menengah turun 9,48 juta orang, sementara jumlah penduduk rentan miskin bertambah 12,7 juta orang. Fakta ini menunjukkan: Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi tanpa peningkatan kesejahteraan: apakah mungkin?

Paradoks “pertumbuhan tanpa kesejahteraan” ini menimbulkan dua permasalahan serius.

Pertama, patut dipertanyakan apakah pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen pada periode 2021–2024 benar-benar terjadi. Klaim ini sangat, sangat, meragukan.

Kalau ekonomi benar-benar tumbuh sekitar 5 persen, hampir mustahil kesejahteraan masyarakat bisa memburuk secara masif. Setidak-tidaknya, jumlah kelas menengah tidak menyusut drastis hingga mencapai 9,48 juta orang. Demikian pula, pertumbuhan sebesar itu hampir dapat dipastikan akan mengangkat kelompok rentan miskin, bukan justru menambahnya hingga 12,7 juta orang.

Secara statistik dan ekonomi, kombinasi antara pertumbuhan tinggi, penyusutan kelas menengah, dan lonjakan masyarakat rentan miskin merupakan anomali serius.

Kecurigaan ini diperkuat dengan munculnya angka “diskrepansi statistik” yang tidak normal. Pada tahun 2022 dan 2023, diskrepansi statistik tercatat mencapai sekitar Rp1.171 triliun, hanya sedikit lebih rendah dari nilai konsumsi pemerintah yang sekitar Rp1.500 triliun.

Lihat gambar tabel 1.

Diskrepansi statistik adalah selisih atau error akibat ketidaksempurnaan atau ketidaklengkapan data ketika mengambil sampling data produksi dan data konsumsi. Dalam praktik yang wajar, angka ini seharusnya kecil dan tidak signifikan. Namun, ketika diskrepansi membengkak sedemikian besar, validitas data pertumbuhan ekonomi patut dipertanyakan. Dengan kata lain, data pertumbuhan ekonomi yang dirilis BPS menjadi sulit dipercaya kebenarannya.

Kedua, yang mencengangkan, di tengah kemerosotan hampir seluruh lapisan masyarakat, kelompok kelas atas justru bertambah sekitar 0,02 persen atau lebih dari 56.000 orang.

Fakta ini mengindikasikan bahwa kebijakan ekonomi selama periode pandemi dan pascapandemi 2020–2024 bersifat asimetris dan elitis, berpihak pada kelompok ekonomi atas. Hal ini tercermin, antara lain, melalui arah kebijakan strategis seperti Undang-Undang IKN, Undang-Undang Cipta Kerja, penetapan Proyek Strategis Nasional (PSN), serta pelemahan institusional terhadap KPK.

Ketika hampir seluruh lapisan masyarakat mengalami penurunan kesejahteraan, kecuali kelompok kelas atas, maka klaim pertumbuhan ekonomi 5 persen patut dicurigai secara serius.

Data deflator PDB triwulanan memperkuat dugaan ini, bahwa pertumbuhan ekonomi tidak mencapai 5 persen.

Data deflator akan dibahas di lain kesempatan.

Indonesia tampaknya tidak hanya menghadapi masalah ketimpangan, tetapi juga krisis kredibilitas data ekonomi.

Tanpa data yang akurat dan dapat dipercaya, kebijakan ekonomi hanya dibangun di atas ilusi statistik, bukan realitas kesejahteraan rakyat.

— 000 —

Previous Post

Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Siwaratri di Pura Agung Jagatnatha Denpasar

Next Post

Donald Trump sudah Aneksasi Venezuela, Menyusul (Katanya) Meksiko, Kolombia, Tanah Hijau (dan lain-lainnya). Indonesia Bisa Apa?

beritafajar

beritafajar

Next Post
Donald Trump sudah Aneksasi Venezuela, Menyusul (Katanya) Meksiko, Kolombia, Tanah Hijau (dan lain-lainnya). Indonesia Bisa Apa?

Donald Trump sudah Aneksasi Venezuela, Menyusul (Katanya) Meksiko, Kolombia, Tanah Hijau (dan lain-lainnya). Indonesia Bisa Apa?

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Polsek Lembor Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan, Terancam 9 Tahun Penjara

Polsek Lembor Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan, Terancam 9 Tahun Penjara

10 Juli 2026
Dua Turis China Tewas Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Korban Kedua Ditemukan di Kedalaman 23 Meter

Dua Turis China Tewas Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Korban Kedua Ditemukan di Kedalaman 23 Meter

15 Juli 2026
Deretan Kasus LS Yang Kini DPO Penganiayaan Bersama-sama

Deretan Kasus LS Yang Kini DPO Penganiayaan Bersama-sama

10 Mei 2026
Uang Turis Rp 85 Juta Diduga Digelapkan Agen Travel, Nama Labuan Bajo Kembali Tercoreng

Uang Turis Rp 85 Juta Diduga Digelapkan Agen Travel, Nama Labuan Bajo Kembali Tercoreng

10 Mei 2026

Cabo Basket Porprov Mulai Dipertandingkan

3

Pertandingan Basket Putra dan Putri Porprov ke XIII 2017 Gianyar Masuk Babak Semifinal

3

IKIP PGRI Bali Selenggarakan Testing Masuk Gelombang Kedua.

3
Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 17 Orang di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 18 Orang

Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 17 Orang di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 18 Orang

3
Lepas Sepakad Run 2026, Wawali Arya Wibawa Gemakan Gaya Hidup Sehat, Bangun Kebersamaan di Padangsambian Kaja

Lepas Sepakad Run 2026, Wawali Arya Wibawa Gemakan Gaya Hidup Sehat, Bangun Kebersamaan di Padangsambian Kaja

10 Agustus 2026
Wawali Arya Wibawa Buka Mel Tanjung Kite Festival XVII

Wawali Arya Wibawa Buka Mel Tanjung Kite Festival XVII

10 Agustus 2026
Gubernur Koster Dorong Kreativitas Anak Muda Bali Melalui Kompetisi Mixology & Flair Bartender

Gubernur Koster Dorong Kreativitas Anak Muda Bali Melalui Kompetisi Mixology & Flair Bartender

10 Agustus 2026
Gubernur Wayan Koster Dorong Nusa Dua Eco Market Jadi Ruang Ekonomi yang Hidup, UMKM Jangan Pulang Bawa Dagangan

Gubernur Wayan Koster Dorong Nusa Dua Eco Market Jadi Ruang Ekonomi yang Hidup, UMKM Jangan Pulang Bawa Dagangan

10 Agustus 2026

Recent News

Lepas Sepakad Run 2026, Wawali Arya Wibawa Gemakan Gaya Hidup Sehat, Bangun Kebersamaan di Padangsambian Kaja

Lepas Sepakad Run 2026, Wawali Arya Wibawa Gemakan Gaya Hidup Sehat, Bangun Kebersamaan di Padangsambian Kaja

10 Agustus 2026
Wawali Arya Wibawa Buka Mel Tanjung Kite Festival XVII

Wawali Arya Wibawa Buka Mel Tanjung Kite Festival XVII

10 Agustus 2026
Gubernur Koster Dorong Kreativitas Anak Muda Bali Melalui Kompetisi Mixology & Flair Bartender

Gubernur Koster Dorong Kreativitas Anak Muda Bali Melalui Kompetisi Mixology & Flair Bartender

10 Agustus 2026
Gubernur Wayan Koster Dorong Nusa Dua Eco Market Jadi Ruang Ekonomi yang Hidup, UMKM Jangan Pulang Bawa Dagangan

Gubernur Wayan Koster Dorong Nusa Dua Eco Market Jadi Ruang Ekonomi yang Hidup, UMKM Jangan Pulang Bawa Dagangan

10 Agustus 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Box Redaksi
Berita Fajar Timur

2025 @ Berita Fajar Timur

No Result
View All Result
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner

2025 @ Berita Fajar Timur