Berita Fajar Timur
Advertisement
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner
No Result
View All Result
Berita Fajar Timur
No Result
View All Result
Home Agama, Sosial, Budaya, Organisasi

Ajaib! Aldi Adilang Asal Sulut Terapung Selama 49 Hari di Laut

beritafajar by beritafajar
26 September 2018
in Agama, Sosial, Budaya, Organisasi
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on Facebook
18 mins ago adm

Beritafajartimur.com – Aldi Novel Adilang tak pernah menyangka akan terapung di laut selama 49 hari dan mendapat sorotan internasional.

Saat ditemui di rumahnya, remaja berusia 18 tahun asal Desa Lansa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, ini menuturkan kisahnya.

Cerita Aldi bermula pada 14 Juli 2018. Saat itu, angin selatan sedang berhembus, mengakibatkan tali di rakitnya putus.

“Saat itu pukul 07.00 Wita. Waktu itu, tali rakit saya putus karena gesekan dengan rakit teman saya. Sayangnya, waktu itu dia masih tertidur, sehingga tidak tahu kalau saya sudah hanyut,” ujar Aldi kepada wartawan Eva Aruperes, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia

Selama beberapa hari hanyut, Aldi menyantap bahan makanan yang tersedia. Namun, ransum itu hanya bisa memenuhi kebutuhannya hingga seminggu.

“Beras, air bersih, rempah-rempah, bumbu dapur, gas elpiji dan keperluan lainnya habis. Untuk bertahan hidup, saya memancing ikan dan memasaknya dengan cara dibakar, rebus bahkan dimakan mentah,” katanya sambil tersenyum.

Setelah kehabisan gas elpiji, remaja yang mengenyam pendidikan hingga kelas 3 SMP itu mengaku memasak ikan menggunakan kayu dari rakitnya. Di atas wajan, dia membuat api untuk membakar dan merebus ikan.

Kesulitan lainnya adalah ketiadaan air bersih yang sudah habis pada pekan pertama.

Hal ini dia siasati dengan memeras air laut dengan kaosnya. Menurut dia, dengan cara itu, rasa asin pada air bisa berkurang. Dia juga mengumpulkan air hujan untuk diminum.

Meminta tolong

Sembari bertahan hidup, Aldi terus berusaha mencari pertolongan. Namun tak satupun kapal yang mendengarkan suaranya.

Meski demikian, Aldi tak patah arang. Dia tak henti membaca Injil bahkan menyanyi lagu rohani. Dia juga terus berdoa agar bisa selamat dan kembali bertemu orang tuanya.

Hingga akhirnya, pada 31 Agustus 2018, dia mencoba meminta pertolongan dari kapal yang bermuatan baru bara. Saat itu, kapal telah jalan hingga satu mil. Tapi, karena mendengar teriakannya, kapal tersebut berbalik arah dan melepaskan tali untuk menolongnya.

“Waktu itu saya teriak, ‘Help, help’. Karena cuma itu yang saya tahu,” ujarnya.

Saat ditolong, para anak buah kapal tersebut langsung memberikan dia kain karena pakaiannya telah basah. Mereka juga memberi Aldi air minum.

Setelah itu, Aldi diberikan kesempatan untuk makan, mandi, serta istirahat selama seminggu. Di kapal pun, komunikasinya dengan para ABK tak berjalan baik.

“Kalau saya mengerti, saya jawab. Kalau tidak, saya pakai google translate dari telepon genggam,” ujarnya.

Pada 6 September 2018, kapal tersebut tiba di Jepang. Namun dia belum bisa turun dari kapal sebelum mendapatkan izin, karena dia tak memiliki paspor.

Baru setelah perwakilan Kedutaan Besar Indonesia serta pemerintah Jepang datang menjemput, Aldi bisa turun dari kapal. Dia tak dibolehkan membawa hadiah pemberian dari para ABK.

Setelah paspor miliknya jadi, Aldi akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada 8 September 2018 dan tiba sehari kemudian.

“Di bandara, saya dijemput orang tua serta keluarga besar saya,” kenang Aldi.

Hanyut tiga kali

Diakui Aldi, terapung di laut selama 49 hari merupakan pengalaman hanyut ketiga yang pernah dia alami.

“Ini kali ketiga saya hanyut. Waktu pertama hanyut selama seminggu, saya ditolong kapal pemilik rakit. Kedua selama dua hari, saya juga ditolong oleh kapal pemilik rakit,” ujar Aldi.

Di rakit, tak ada fasilitas keselamatan dalam pelayaran seperti pelampung. Pun tak ada kompas yang digunakan untuk menentukan arah. Bahkan, sebelum naik rakit, dia tak diajarkan tentang keselamatan dalam pelayaran.

Dalam menjaga rakit, dirinya hanya mengandalkan beragam instruksi pamannya selama seminggu. Saat pertama kali naik rakit, diakuinya dia tidak bisa berenang. Selama bekerja di rakit, Aldi mengaku dikontrak selama setahun dan digaji Rp2.000.000 perbulan.

Pengalaman hanyut yang ketiga ini membuat dirinya memutuskan untuk tidak melaut lagi. Dia ingin mencari pekerjaan lain.

 

Berbagai sumber

Previous Post

Wirawan Laporkan Ketua Yayasan Dwijendra Chandra Jaya ke Polda Bali

Next Post

Danrem ASN Hadiri Pekan Olahraga Pelajar Provinsi ke XV -2018 Kaltim

beritafajar

beritafajar

Next Post

Danrem ASN Hadiri Pekan Olahraga Pelajar Provinsi ke XV -2018 Kaltim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Polsek Lembor Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan, Terancam 9 Tahun Penjara

Polsek Lembor Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan, Terancam 9 Tahun Penjara

10 Juli 2026
Dua Turis China Tewas Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Korban Kedua Ditemukan di Kedalaman 23 Meter

Dua Turis China Tewas Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Korban Kedua Ditemukan di Kedalaman 23 Meter

15 Juli 2026
Deretan Kasus LS Yang Kini DPO Penganiayaan Bersama-sama

Deretan Kasus LS Yang Kini DPO Penganiayaan Bersama-sama

10 Mei 2026
Uang Turis Rp 85 Juta Diduga Digelapkan Agen Travel, Nama Labuan Bajo Kembali Tercoreng

Uang Turis Rp 85 Juta Diduga Digelapkan Agen Travel, Nama Labuan Bajo Kembali Tercoreng

10 Mei 2026

Hello world!

1
Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 17 Orang di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 18 Orang

Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 17 Orang di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 18 Orang

1
Askot PSSI Denpasar Tancap Gas, Tuntaskan Program Jelang Akhir Tahun 2023

Askot PSSI Denpasar Tancap Gas, Tuntaskan Program Jelang Akhir Tahun 2023

1

Cabo Basket Porprov Mulai Dipertandingkan

0
Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Berkolaborasi dengan Civitas Akademika dalam Pelaksanaan KKN LIK 2026

Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Berkolaborasi dengan Civitas Akademika dalam Pelaksanaan KKN LIK 2026

16 Juli 2026
Formasi KPID Bali Kembali Lengkap, Sekda Dewa Indra Lantik Anggota PAW

Formasi KPID Bali Kembali Lengkap, Sekda Dewa Indra Lantik Anggota PAW

16 Juli 2026
Putri Koster: Festival Seni Bali Jani Jadi Ruang Tumbuh Talenta Muda Bali

Putri Koster: Festival Seni Bali Jani Jadi Ruang Tumbuh Talenta Muda Bali

16 Juli 2026
Pengguna Jalan Keluhkan Aksi Unras Ilegal Dipimpin Istri DPO LS, Sebabkan Kemacetan Hampir 1 Km

Pengguna Jalan Keluhkan Aksi Unras Ilegal Dipimpin Istri DPO LS, Sebabkan Kemacetan Hampir 1 Km

16 Juli 2026

Recent News

Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Berkolaborasi dengan Civitas Akademika dalam Pelaksanaan KKN LIK 2026

Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Berkolaborasi dengan Civitas Akademika dalam Pelaksanaan KKN LIK 2026

16 Juli 2026
Formasi KPID Bali Kembali Lengkap, Sekda Dewa Indra Lantik Anggota PAW

Formasi KPID Bali Kembali Lengkap, Sekda Dewa Indra Lantik Anggota PAW

16 Juli 2026
Putri Koster: Festival Seni Bali Jani Jadi Ruang Tumbuh Talenta Muda Bali

Putri Koster: Festival Seni Bali Jani Jadi Ruang Tumbuh Talenta Muda Bali

16 Juli 2026
Pengguna Jalan Keluhkan Aksi Unras Ilegal Dipimpin Istri DPO LS, Sebabkan Kemacetan Hampir 1 Km

Pengguna Jalan Keluhkan Aksi Unras Ilegal Dipimpin Istri DPO LS, Sebabkan Kemacetan Hampir 1 Km

16 Juli 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Box Redaksi
Berita Fajar Timur

2025 @ Berita Fajar Timur

No Result
View All Result
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner

2025 @ Berita Fajar Timur