Beritafajartimur.com (Manggarai,NTT) Bripka Andi Dharma (Bhabinkantibmas Kelurahan Watu) selaku Inisiator Penggalangan Bantuan dan Jaminan Rumah Sakit Untuk Balita Putri dan Neira yang menderita luka bakar serius akibat meledaknya lampu pelita (red, lampu berbahan minyak tanah) di rumah orang tuanya, Andi Dharma menyampaikan perkembangan terkini terkait penanganan kedua bocah tersebut, pada Sabtu 03/10/2020.
Penanganan Medis: Putri dan Neira kini dirawat atau ditangani oleh RSUD Ben Mboi. Putri dan Neira menempati ruang kelas III (Ekonomi) di ruangan Teratai hari Kamis, 01 Oktober. Pihak RSUD sudah memberikan pelayanan yang baik bagi mereka.
“Kami belum bisa memberikan keterangan perkembangan kesehatan (pantauan non-medis) dari Putri dan Neira karena baru 3 hari ditangani pihak RS,” tutur Bripka Andi.
Semua ini berkat adanya donasi dari berbagai pihak sejak berita viral di media massa akan penderitaan yang dialami kedua bocah balita Putri (4th) dan Neira yang menjadi korban luka bakar di rumahnya.
Terkait Donasi yang diberikan bagi perawatan di Rumah Sakit dr. Ben Mboi Ruteng bagi kedua balita tersebut, Andi Dharma menjelaskan bahwa sejak 01 Oktober hingga hari ini, donasi datang dari berbagai pihak.
“Ada donasi dari komunitas di Ruteng, Donasi Individu masyarakat Manggarai dan diaspora yang tidak mau menyebutkan namanya, donasi paguyuban jurnalis NTT di Jakarta, donasi Polres Manggarai, donasi Pemkab Manggarai Barat, Pemkab Manggarai, dll. Donasi untuk Putri dan Neira ini diberikan dalam bentuk uang dan barang,” jelasnya.
Disebutkan Bripka Andi, total Donasi yang diberikan hingga saat ini berupa uang Cash Rp 14.000.000,- dan
Transfer sejumlah Rp 13.551.000,- serta
Barang (Beras dan Pakaian Balita).
Yang menggembirakan, terkait Pembiayaan berdasarkan koordinasi Pemkab Manggarai, Pihak RSUD Ben Mboi dengan Pemkab Manggarai Barat, seluruh pembiayaan penanganan atau perawatan Balita Putri dan Neira akan ditanggung oleh Pemkab Manggarai Barat.
Seluruh tagihan untuk pasien Putri dan Neira selama perawatan di RSUD Ben Mboi akan disampaikan dalam bentuk nota kepada pasien. Sehingga pasien tidak perlu membayar secara cash. Nota-nota tersebut akan ditagih kepada Pemkab Manggarai Barat.
Karena pembiayaan rumah sakit di RSUD Ben Mboi sepenuhnya ditanggung oleh Pembkab Mabar, maka dana bantuan akan diperuntukkan untuk biaya2 diluar keperluan medis di RSUD Ben Mboi seperti pembelian obat-obatan yang tidak tercover di apotek RSUD Ben Mboi, konsumsi & transportasi keluarga selama mengurus pasien di RS.
“Apabila ada sisa dari dana donasi tersebut, maka akan diberikan kepada orangtua dari Putri dan Neira untuk perawatan lanjutan,” paparnya.
Atas Sumbangan dari berbagai pihak ini, berikut ucapan terima kasih dari Bripka Andi Dharma,” Saya mewakili balita Putri dan Neira, Kedua orangtua, dan keluarga mengucapkan terimakasih kepada:
1. Kepada rekan-rekan pers Manggarai dan Manggarai Raya. Berkat bantuan publikasi dari teman-teman semua, informasi terkait Putri dan Neira ini bisa menyebarluas.
Semoga kerjasama ini tetap berjalan hingga Putri dan Neira sembuh.
2. Kepada para donatur, pemkab Mabar dan Manggarai atas ketulusan dan kepedulian meringankan beban dari Putri dan Neira.
3. Kepada Polres Manggarai, lebih khusus bapak Kapolres, yang telah mengambil bagian meringankan beban Putri dan Neira. Terimaksih karena telah memberikan kesempatan kepada saya untuk seluas-luasnya mengurus Putri dan Neira.
4. Terimaksih kepada para Suster dari Susteran Hamba-hamba Ekaristi di Nekang dan keluarga yang sejak awal telah mengurus Putri dan Neira.
5. Kepada perawat, dokter dan staff RSUD Ben Mboi yang merawat Putri dan Neira.
6. Kepada seluruh masyarakat yang tidak sempat saya sebutkan satu persatu, terima kasih atas bantuannya dengan caranya masing-masing telah ikut ambil bagian dalam meringankan beban Putri dan Neira.
“Semoga ketulusan dan seluruh amal baik dari kita semua selalu dibawah bimbingan dan berkat Tuhan,” pungkasnya. (BFT/RTG/Val)












