Demokrat Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores, BKH: Duka Flores Adalah Duka Kita

BERITAFAJARTIMUR.COM (LABUAN BAJO) Partai Demokrat bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Benny K. Harman (BKH), memimpin langsung penyerahan bantuan tersebut di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Bantuan diserahkan BKH kepada Ketua DPC Partai Demokrat Manggarai Barat, Rikardus Jani, untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak gempa di sejumlah wilayah Flores.

Penyerahan bantuan itu turut dihadiri jajaran pengurus DPC Partai Demokrat Manggarai Barat, di antaranya Sekretaris DPC Mario Pranda, Wakil Ketua DPC Paskalis Yosef Sudario, Anggota Fraksi Demokrat DPRD Manggarai Barat Yosep Supandi, serta sejumlah kader partai.

BKH: Kerusakan Masif, Banyak Warga Kehilangan Tempat Tinggal

BKH mengatakan, gempa yang mengguncang wilayah Flores telah menimbulkan kerusakan cukup masif dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

Menurut dia, banyak keluarga kehilangan tempat tinggal. Bahkan, proses evakuasi terhadap korban masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak.

“Ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal, yang meninggal dunia juga begitu banyak, dan sampai saat ini masih ada yang belum dievakuasi,” ujar BKH.

Atas kondisi tersebut, Demokrat memilih turun langsung dengan membawa bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga yang saat ini berada di lokasi pengungsian.

Pada tahap awal, bantuan yang disalurkan terdiri atas 10 ton beras, 10.000 dus mi instan, serta air minum bersih.

Bantuan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat di Manggarai Barat. Distribusinya akan dilakukan secara bertahap ke sejumlah kabupaten di Pulau Flores.

Wilayah sasaran meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende hingga Kabupaten Sikka.

“Duka Flores adalah duka kita, duka Demokrat,” kata BKH.

Bantuan Bergerak dari Labuan Bajo

Setelah penyerahan bantuan di Labuan Bajo, tim Demokrat dijadwalkan langsung bergerak menuju sejumlah titik terdampak di Manggarai Barat.

BKH mengatakan, meskipun jumlah korban jiwa di Manggarai Barat disebut tidak sebanyak beberapa daerah lain, dampak gempa tetap dirasakan masyarakat. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan bahkan roboh sehingga penghuninya harus mengungsi.

“Setelah ini kami akan lanjutkan ke Kota Ruteng untuk memberikan bantuan yang sama. Dan seterusnya nanti untuk ke Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, dan Kabupaten Sikka,” ujarnya.

Menurut BKH, penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Partai Demokrat terhadap masyarakat yang tengah menghadapi situasi darurat akibat bencana.

Ia menegaskan bantuan akan terus diarahkan ke wilayah yang membutuhkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.

DPC Demokrat Mabar Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Manggarai Barat Rikardus Jani memastikan bantuan yang diterima dari DPP akan disalurkan secara merata kepada masyarakat terdampak.

DPC Demokrat Manggarai Barat akan melakukan pemantauan terhadap sejumlah posko pengungsian untuk memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.

Rikardus mengatakan, kebutuhan pangan menjadi prioritas dalam penyaluran tahap pertama.

“Bantuan pertama ini berupa sembako. Makanya kita prioritaskan kepada masyarakat yang untuk sementara mereka ada di posko pengungsian,” jelas Rikardus.

Menurut dia, pendataan dan pemantauan kondisi di lapangan penting dilakukan agar distribusi bantuan tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi menjangkau berbagai titik pengungsian yang membutuhkan.

DPC Demokrat Manggarai Barat juga akan terus mengikuti perkembangan situasi pascagempa untuk menentukan kebutuhan bantuan berikutnya.

“Iya, nanti akan ada bantuan lanjutan,” pungkasnya.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari respons kemanusiaan Partai Demokrat terhadap bencana gempa di Flores. Bantuan logistik tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga, khususnya mereka yang kehilangan tempat tinggal dan masih bertahan di posko-posko pengungsian.(BFT/LBJ/RED/Yoflan)

Pos terkait