BORONG-BERITAFAJARTIMUR.COM – Kebijakan efisiensi anggaran tidak menghambat pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Manggarai Timur. Pada tahun anggaran 2025, tujuh paket ruas jalan dan satu duiker di daerah itu tetap menjadi prioritas diintervensi.
Delapan paket infrastruktur pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini, semua dibiayai dengan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 38 miliar lebih.
Komitmen Pemerintah Matim memperbaiki akses jalan, guna mendukung konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Plt. Kepala Dinas PUPR, Ferdi Mbembok melalui PPK, Andrianus Wihelmus, pada Sabtu (30/8/2025) menjelaskan, semua paket infrastruktur itu sudah terkontrak dan pekerjaan berprogres .Total DAU untuk membiayai delapan paket fisik tersebut Rp38.159.547.000.
Andrianus menjelaskan, paket yang ada terdiri dari empat pembangunan jalan hotmix, yakni paket peningkatan jalan Raong-Woko Ledu Wirung di Kecamatan Elar Selatan dengan nilai kontrak Rp 27.265.888.000, dan pelaksananya PT Indoraya Jaya Perkasa.
Pekerjaan Hotmix pada paket pembangunan jalan Elar-Lempang Paji dengan nilai kontrak sebesar Rp1.480.999.000, dan pelaksana CV. Karya Mandiri. Paket pembangunan jalan Watu Cie-Deno dengan nilai kontrak sebesar Rp 2.715.900.000, dan pelaksana CV. Gracia.
Selain itu Andrianus yang akrab disapa Ardis menyebut, pekerjaan hotmix pada pembangunan jalan Watunggong-Lengko Ajang-Jalan menuju Rumah Sakit Pratama dengan nilai kontrak sebesar Rp 3.215.700.000 oleh pelaksana CV Mitra Mbepa.
Ia menyampaikan, juga ada tiga paket lapen, yakni rehab dan peningkatan ruas jalan di Kelurahan Satar Peot sebesar Rp 1.299.000.000 oleh pelaksana CV Pelita Mas. Rehab dan peningkatan jalan Warat Paang Leleng-Balus Permai sebesar Rp 1.223.000.000 dengan pelaksana CV. Budi Bakti.
Kemudian kata Ardis, paket lapen peningkatan ruas jalan segmen Watu Ata menuju Watu Bakok Desa Gola Tolan, Kecamatan Kota Komba Utara sebesar Rp 523.460.000 dengan pelaksana CV Mitra Utama. Lalu satu paketnya pembagunan duiker Pina Rangkat
“Pembangunan duiker ini dari Desa Bea Ngencung ke SMPN Satap Nanga Lanang, Desa Lidi, Kecamatan Rana Mese. Nilai kontraknya sebesar Rp 435.600.000 dengan kontraktor pelaksana CV Mutiara Timur,” bilang Ardis.
Ia menjelaskan, seluruh item pekerjaan telah melalui proses kontrak, dan hampir semua sudah mulai pelaksanaan lapangan. Khusus paket peningkatan jalan Raong-Woko Ledu Wirung senilai Rp 27 miliar lebih, progresnya sudah 23 %. Sedang tujuh paket lain belum masuk 10 %.
“Kalau progres 23 % ini pelaksanaan sudah berjalan sekira empat bulan. Ada juga berapa pekerjaan hotmix yang sudah berjalan memasuki bulan kedua. Sedangkan pekerjaan lapen serta duiker baru mulai dikerjakan dan berprogres ,” ungkapnya.
Ardis juga menegaskan, hal yang paling pasti bahwa pihaknya pasti berkomitmen untuk menjaga kualitas hasil pembangunan. Sehingga saat kontrak dan akan selalu mengingatkan pihak kontraktor pelaksana, agar menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai kontrak yang telah disepakati.
“Harapan kami, hasil pembangunan ini tidak sekadar tuntas, tetapi juga berkualitas. Paket infrastruktur dibangun dengan harapan konektivitas antar wilayah semakin baik, roda ekonomi masyarakat lebih lancar, dan pemerataan pembangunan dapat terus terwujud,” tutupnya.(Reporter: Agustinus Ardi)











