Berita Fajar Timur
Advertisement
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner
No Result
View All Result
Berita Fajar Timur
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Sendratari “Randang Lingko” SMK Stella Maris dalam FGK

beritafajar by beritafajar
13 Agustus 2023
in Pendidikan
0
Sendratari “Randang Lingko” SMK Stella Maris dalam FGK
0
SHARES
1
VIEWS
Share on Facebook

Oleh: Sil Joni

Untuk kedua kalinya, komunitas SMK Stella Maris Labuan Bajo memainkan peran yang signifikan dalam mementaskan gabungan antara tari dan drama (sendratari) ‘Randang Lingko’ di arena Marina Water Front (MWF). Teater dan tarian “Randang Lingko'” ini merupakan satu dari sekian banyak ‘mata acara’ yang ditampilkan dalam pekan Festival Golo Koe (FGK) jilid 2 tahun 2023 ini.

Pada edisi sebelumnya, kerja keras, pengorbanan, keringat dan lelah selama sebulan yang dialami oleh komunitas SMK Stella Maris, ‘terbayar lunas dan tuntas’ pada Sabtu (13/8/2022). Sebuah ‘maha-karya’, sendratari (seni, drama, dan tari) ‘Randang Lingko’ dipentaskan secara elegan dan atraktif di atas panggung MWF juga.

Kala itu, boleh dibilang, pementasan sendratari Randang Lingko menjadi semacam ‘fase klimaks’ pelaksanaan Festival Golo Koe yang diarsiteki oleh pihak Gereja Keuskupan Ruteng.

Sedangkan, dalam FGK jilid 2 ini, ‘masterpiece’ dari Sanggar Seni Stella Maris itu, dipentaskan pada Hari ini, Minggu (13/8/2023). Entah kebetulan atau tidak, sendratari ini dihelat persis ketika Gereja Katolik sejagat merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria di angkat ke surga.

Pesta gerejawi itu, memang terasa pantas ‘dimeriahkan’ dengan pertunjukan ‘seni gerak’ yang elegan dan menawan. Siapa pun tahu bahwa dalam Gereja Katolik, Santa Perawan Maria mendapat penghormatan yang istimewa. Posisinya sebagai ‘Theotokos dan pengantara rahmat’, dalam lensa iman, tak terbantahkan.

Saya merasakan ‘debaran dan sensasi estetis’ dari Sendratari Randang Lingko (SRL) ini, dari beberapa foto yang didiseminasikan secara kreatif dalam ruang publik digital. Salah satu aktornya adalah Laurensius Ndare.

Guru Komputer sekaligus “juru kamera” SMK Stella Maris, ‘membagi’ hasil bidikan atau jepretannya ketika para penari dari SMK Stella Maris yang berjumlah hampir seribu orang itu, tampil di MWF hari ini. Semua ‘hasil karyanya’ dibagi di grup WA para guru SMK Stella Maris.

Kualitas dan kreativitas Laurens dalam ‘mengambil gambar’ terbaca dengan jelas dari semua potret yang beredar dalam komunitas sekolah itu. Saya kira, reputasi dan debutnya sebagai “homo digitalis” yang profesional, semakin terang benderang. Saya kira, pria yang masih lajang ini, layak mendapat apresiasi. Namanya patut dicatat dengan dawat kencana dalam buku sejarah pelaksanaan FGK.

Dimensi artistik dan elegansi, menjadi ‘aura’ utama yang terpancar dari beberapa pose itu. Ini sebuah usaha yang tentu saja ‘menguras energi, waktu, dan biaya’. Namun, ketika spirit sukacita festival telah menyatu dengan tubuh Stella Maris, maka semuanya berjalan normal. Lembaga ini, tentu saja ‘berhak dan pantas’ mendapat sanjungan dan pujian dari berbagai kalangan.

Saya harus menyebut sejumlah guru yang telah bertindak sebagai ‘pelatih dan koreografer’ dalam merampungkan proyek pementasan seni kolosal ini. Mereka itu adalah Rudy Jehamat, Ferdi Jerahu, Maria Dahlia, Rio Berckmans, dan Delci. Kerja keras dan cerdas dari lima serangkai ini, membuahkan hasil yang optimal. Publik boleh ‘mengecap’ sebuah suguhan seni tari berkualitas hari ini.

Tentu, rasanya tidak adil jika ‘peran para siswa/i’ dinafikan begitu saja. Karena itu, pada kesempatan ini, kita patut mengucapkan terima kasih kepada ‘semua siswa/i’, baik yang tampil sebagai aktor-aktris, pemeran figuran, maupun pelancar urusan teknis di belakang layar. Dedikasi dan loyalitas kalian, tentu saja tidak terkira nilainya, tak bisa dibalas dengan kata dan benda apapun. Santa Perawan Maria yang diangkat ke Surga yang kita rayakan hari ini, kiranya berkenan mendoakan yang terbaik buat kalian semua.

MWF menjadi ‘saksi’ bahwa komunitas SMK Stella Maris telah dua kali memberikan ‘hiburan berkelas super premium’ kepada publik penonton, di seantero dunia. Sebuah kontribusi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Melalui pementasan teater dan tari ini, Stella Maris memperlihatkan pada dunia bahwa sekolah ini, tidak hanya cakap mencetak ‘tenaga siap kerja’, tetapi juga cerdas mengolah potensi humaniora siswa, termasuk kemampuan dalam menari.

Pada mulanya adalah keindahan (seni). Dalam dan melalu seni, semua perkara pasti mendapat jalan keluar yang pas. Tidak ada yang ‘tidak terurai’, ketika semuanya dirayakan dalam medium seni yang indah. Seni teater dan tarian Randang Lingko’ yang dipentaskan hari ini, menjadi momentum titik balik kebangkitan dunia pariwisata Manggarai Barat untuk segera keluar dari aneka prahara yang mendera.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan bahwa SRL ini sebetulnya ‘kaya pesan’. Kita tidak hanya menikmati sisi keindahannya saja, tetapi juga ‘merasa terbantu’ dalam mencerap maknanya pada panggung hidup dalam setting kebudayaan tertentu.

Seperti tertera dalam nama sendratari ini, SRL sebenarnya mengisahkan secara estetis pelbagai ritual yang kerap terjadi pada seremoni pembukaan kebun baru (lingko’) dalam lingkungan budaya Manggarai. Tradisi ‘randang lingko’, hampir jarang dibuat dalam beberapa dekade terakhir. Karena itu, pementasan SRL bisa dibaca sebagai ‘momen pengingat dan penyadaran’ akan urgensi dan signifikansi pelaksanaan seremoni (pesta) ketika membuka kebun baru. Tentu, pelaksanaannya disesuaikan dengan konteks dan spirit zaman saat ini.

SRL, dengan demikian, boleh dipatok sebagai sebuah upaya revitalisasi sebuah kearifan lokal yang terancam punah (tergusur) dalam arus modernisme dan globalisasi saat ini. Dalam dan melalui SRL, kita diajak dan serentak ‘dipanggil’ untuk menghidupkan tradisi purba yang kaya arti itu. Sebagai penggembala tradisi, saya kira, panggilan dan imperasi etis dalam SRL, patut direspons secara arif dan serius. **

Penulis adalah warga Mabar. Tinggal di Watu Langkas

Previous Post

Kapolsek Lembor Ungkap Modus Operandi TPPO di NTT

Next Post

Gubernur Koster Serahkan Piala Gubernur Bali Kepada Pemenang Festival Layangan Bali

beritafajar

beritafajar

Next Post
Gubernur Koster Serahkan Piala Gubernur Bali Kepada Pemenang Festival Layangan Bali

Gubernur Koster Serahkan Piala Gubernur Bali Kepada Pemenang Festival Layangan Bali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Polsek Lembor Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan, Terancam 9 Tahun Penjara

Polsek Lembor Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan, Terancam 9 Tahun Penjara

10 Juli 2026
Dua Turis China Tewas Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Korban Kedua Ditemukan di Kedalaman 23 Meter

Dua Turis China Tewas Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Korban Kedua Ditemukan di Kedalaman 23 Meter

15 Juli 2026
Deretan Kasus LS Yang Kini DPO Penganiayaan Bersama-sama

Deretan Kasus LS Yang Kini DPO Penganiayaan Bersama-sama

10 Mei 2026
Uang Turis Rp 85 Juta Diduga Digelapkan Agen Travel, Nama Labuan Bajo Kembali Tercoreng

Uang Turis Rp 85 Juta Diduga Digelapkan Agen Travel, Nama Labuan Bajo Kembali Tercoreng

10 Mei 2026

Cabo Basket Porprov Mulai Dipertandingkan

3

Pertandingan Basket Putra dan Putri Porprov ke XIII 2017 Gianyar Masuk Babak Semifinal

3

IKIP PGRI Bali Selenggarakan Testing Masuk Gelombang Kedua.

3
Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 17 Orang di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 18 Orang

Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 17 Orang di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 18 Orang

3
Peringatan Hari Anak Nasional di Denpasar Usung Tema “Sastraning Rare”

Peringatan Hari Anak Nasional di Denpasar Usung Tema “Sastraning Rare”

25 Juli 2026
Bendesa Adat Serongga: Pacepukan Patapakan Ratu Gede Lingsir, Rangkaian dari Piodalan di Pura Dalem Serongga

Bendesa Adat Serongga: Pacepukan Patapakan Ratu Gede Lingsir, Rangkaian dari Piodalan di Pura Dalem Serongga

24 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Menindak Event Lari Diskriminatif di Bali: Tidak Boleh ada Negara dalam Negara!

Dirjen Imigrasi Menindak Event Lari Diskriminatif di Bali: Tidak Boleh ada Negara dalam Negara!

24 Juli 2026
OJK Bali Dorong Konsolidasi BPR, Tiga BPR Bergabung ke PT BPR Sri Partha

OJK Bali Dorong Konsolidasi BPR, Tiga BPR Bergabung ke PT BPR Sri Partha

24 Juli 2026

Recent News

Peringatan Hari Anak Nasional di Denpasar Usung Tema “Sastraning Rare”

Peringatan Hari Anak Nasional di Denpasar Usung Tema “Sastraning Rare”

25 Juli 2026
Bendesa Adat Serongga: Pacepukan Patapakan Ratu Gede Lingsir, Rangkaian dari Piodalan di Pura Dalem Serongga

Bendesa Adat Serongga: Pacepukan Patapakan Ratu Gede Lingsir, Rangkaian dari Piodalan di Pura Dalem Serongga

24 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Menindak Event Lari Diskriminatif di Bali: Tidak Boleh ada Negara dalam Negara!

Dirjen Imigrasi Menindak Event Lari Diskriminatif di Bali: Tidak Boleh ada Negara dalam Negara!

24 Juli 2026
OJK Bali Dorong Konsolidasi BPR, Tiga BPR Bergabung ke PT BPR Sri Partha

OJK Bali Dorong Konsolidasi BPR, Tiga BPR Bergabung ke PT BPR Sri Partha

24 Juli 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Box Redaksi
Berita Fajar Timur

2025 @ Berita Fajar Timur

No Result
View All Result
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner

2025 @ Berita Fajar Timur